Langsung ke konten utama

HMPS PSIKOLOGI ISLAM UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA GELAR SEMINAR NASIONAL TENTANG REGULASI EMOSI SEBAGAI KUNCI RESILIENSI GENERASI MUDA


Radio Dista FM Surakarta (05/06/2026) — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Don't Just Feel, Learn to Heal: Regulasi Emosi sebagai Kunci Resiliensi di Tengah Krisis Sosial dan Personal” pada Jumat (05/06) di Aula SBSN Lantai 1 UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan refleksi bersama mengenai pentingnya kesehatan mental, khususnya kemampuan mengelola emosi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang psikologi dan kesehatan mental, yaitu Dr. Ernawati, S.Psi., M.Psi., dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, serta M. Gandha Mas’udy, Pengurus HIMPSI Cabang Surakarta. Jalannya diskusi dipandu oleh Yonanda Dimas Herdianto selaku moderator yang mengarahkan sesi seminar secara komunikatif dan interaktif.

Mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, seminar membahas fenomena meningkatnya tantangan kesehatan mental di tengah perubahan sosial yang cepat, tekanan akademik, tuntutan kehidupan, serta kompleksitas hubungan interpersonal. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa kemampuan meregulasi emosi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap individu agar mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai situasi sulit.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai fenomena loneliness atau kesepian yang semakin banyak dialami masyarakat modern. Dalam sesi pemaparan, disampaikan bahwa satu dari enam orang di dunia mengalami kesepian, sementara sekitar 21 persen anak muda merasakan kondisi serupa. Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental bukan lagi isu yang bersifat personal semata, melainkan telah menjadi tantangan sosial yang memerlukan perhatian bersama.

Selain itu, peserta juga diajak memahami fenomena krisis empati yang semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber menjelaskan bahwa mendengar tidak selalu berarti memahami, merespons tidak selalu berarti mengerti, dan melihat tidak selalu berarti merasakan. Kondisi inilah yang kemudian memengaruhi kualitas hubungan antarmanusia di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi.

Materi seminar juga menyoroti pentingnya self-awareness atau kesadaran diri sebagai fondasi utama dalam proses pertumbuhan dan perubahan diri. Peserta diajak memahami bahwa banyak konflik bermula dari emosi yang tidak dikenali dan tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, mengenali emosi, memahami sumbernya, dan mengelolanya secara tepat menjadi langkah penting dalam membangun kesehatan mental yang lebih baik.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai kesehatan mental, hubungan interpersonal, hingga strategi membangun resiliensi di tengah tekanan sosial dan personal. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang turut memperkaya jalannya diskusi dan pertukaran gagasan.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Program Studi Psikologi Islam, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta. Selain itu, seminar turut diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain di wilayah Solo Raya, sehingga menciptakan ruang belajar yang inklusif dan memperluas jejaring akademik antar mahasiswa.

Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ini, HMPS Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta berupaya menghadirkan wadah edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya kesehatan mental. Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong peserta agar tidak hanya memahami emosi yang mereka rasakan, tetapi juga mampu mengelolanya secara sehat sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.